Untuk mempersingkat tempo belajar hal baru dibutuhkan pengajar yang berkomunikasi langsung (melalui audio visual yang interaktif disertai contoh-contoh). Hal itu biasanya didapatkan di sekolah.
Saya sendiri ketika pertama kali belajar bikin program, 100% hanya mengandalkan buku, serta file *.hlp.
Belakangan ketika belajar visual basic, dan sudah memasuki jaman internet, mulai bisa melihat contoh-contoh kode yang nyata, jadi bisa lebih cepat. Dengan belajar sendiri seperti ini butuh waktu banyak. Mengorbankan waktu istirahat. Soalnya sudah nggak ada kesempatan sekolah lagi. Jadinya hanya bagian tertentu saja yang dikuasai, sedang aspek pemrograman lainnya nggak bisa-bisa
. Belajar VB ya hanya belajar VB doang, nggak sampe belajar syntax SQL
Saking judek nya (judek itu bahasa indonesia nya apa ya?
), akhirnya bikin kode seperti hanya untuk melampiaskan rasa penasaran terhadap cara kerja suatu proses saja, dan belum pernah sampe bikin software yang bisa diaplikasikan.Kaitannya dengan akuntansi, seorang programmer nggak perlu belajar akuntansi sampai terlalu dalam. Cukup pemahaman terhadap dasar dan filosofi pencatatan transaksi, metode buat interface yang user friendly, serta prinsip-prinsip pembuatan laporan. Aspek lainnya, seperti data flow diagram otomatis harus sudah dikuasai bersamaan dengan mempelajari ketiga hal di atas. Sedangkan penerapan penggunaan database, itu sudah termasuk urusan programming skill serta manajemen data.
CMIIW, ISHBO, PTM




