IbnuQoyyim wrote:apa aja sih yg biasanya di tes klo ingin jadi programmer??
Kalo di tempat kami, biasanya ada 3 macam test:
a. Skill test,
- Bahasa program, ini sesuai dengan bidang pemrograman yang diminta. Misalnya konsep tentang tipe data, dan mengapa memakai tipe data untuk data tertentu.
- Database system, ini juga sesuai dengan kebutuhan yang diminta.
- Cara penulisan pemrograman,
1. Untuk mengukur kemampuan penulisan program secara tekstual; ini antara lain menyangkut kerapian (indentasi, pemotongan baris, pemakaian fungsi).
2. Penerapan naming convention dalam menulis program. Meskipun sangat subjektif sifatnya, tetapi penulisan nama-nama variabel yang tidak baku dapat dianggap si programmer tidak mampu bekerja sama dengan orang lain.
Untuk skill test ini, biasanya dibagi dua macam test:
-. Test tertulis, yaitu menjawab pertanyaan tertulis dalam bentuk tulisan. Hal yang paling penting untuk lulus dalam test ini adalah menjawab pertanyaan secara sistematis dan rapi (tentu saja juga harus benar). Pemakaian kata-kata / istilah pemrograman yang populer juga bisa menjadi acuan penilaian.
-. Test membuat program, yaitu membuat program yang dianggap dapat selesai dalam waktu 4 jam. Biasanya berupa pembuatan program database sederhana yang meliputi CRUD dan displaying data yang hanya butuh 1-2 tabel. Hal yang paling penting dalam test ini adalah cara penulisan kode program (lihat di atas) dan efektivitas program (misalnya deklarasi variabel pada scope yang paling sesuai).
Sebagian besar kandidat tentu saja tidak dapat menyelesaikan test ini dalam waktu yang 4 jam tersebut. Namun kerangka berpikir dan cara pengerjaan dapat menolong kandidat untuk lulus dalam test ini.
b. Test Psikologi / personal
Biasanya yang ingin ditemukan adalah kemampuan bekerjasama, pengembangan diri, dan kreatifitas. Saya sendiri sering tidak setuju dengan rekomendasi dari pihak psikolog tentang ini. Namun dari beberapa kandidat yang mengikuti test dan pengalamannya bekerja setelah beberapa bulan, saya mau tidak mau harus mengakui bahwa hasil-hasil test psikologi memang dapat dijadikan sebagai acuan.
c. wawancara.
ini sama sekali tidak dapat diukur secara objectif.

. Tapi yang jelas kesan pertama yang didapat oleh interviewer sangat menentukan hasil test. Misalnya si interviewer melihat kandidat memakai baju kaos oblong, merokok saat wawancara dan berbicara tidak teratur, dan memutuskan bahwa kandidat tidak dapat diterima menjadi karyawan.
oke, itu aja masukan saya. Kapan oom ibnuQoyyim bisa kirim lamaran ke tempat kami?
