
hehe. ane jadi bingung nih,oom. Pertanyaannya tadi apa, ya?
Mungkin tentang penggunaannya di aplikasi, ya ?
Untuk kasus oom mandud itu, barangkali sipembuat javascriptnya takut kalo orang-orang mencontek listing programmnya. makanya dia buat dalam bentuk yang sudah di-encode (yang banyak karakter % itu).
Nah karena bentuk yang sudah di-encode tidak bisa dibaca oleh browser untuk dijalankan sebagai script , maka dia lakukan lagi decode scriptnya. supaya script yang didecode bisa jalan, maka setelah didecode, di*sisipkan* di halaman web dengan cara menuliskan script tersebut (document.write (stringdecoded))
atau bisa juga itu adalah string javascript untuk ditampilkan dihalaman web. di-encode sedemikian rupa agar kelihatan di browser, tetapi tidak dijalankan sebagai script program.