Kalau memang benar tabel pada databasenya mendukung untuk spatial index, memang R-tree atau R*-tree lebih cocok untuk indexing.
Mengenai hasil bentukan tree, itu terserah dalam bentuk apapun bisa. Kalay bisa di terjemahkan ke dalam array, pasti juga bisa disimpan ke dalam sebuah tabel.
Repotnya kalau di simpan ke dalam tabel adalah ketika ada tambahan data, maka index harus di bangun ulang dari awal. Ini bisa makan waktu. Kalau datanya 400.000 an atau lebih rows bisa lebih dari 1 detik (tergantung banyaknya data).
Jika tree ini ingin disimpan dalam bentuk tabel, maka dari array perlu ditambahkan field berisi informasi mengenai siapa induknya (bisa di isi dengan null kalau dia adalah root), nomor cabang (branch), juga level nya (kedalaman pohon dari akar), serta posisinya (ke kiri atau ke kanan). Dan usahakan juga, yang nilainya kecil di taruh di file bagian lebih awal, baru kemudian urut ke yang nilainya lebih gede. Yang jelas bisa lebih mudah jika dibanding menyimpan tabel yang berisi informasi index dari Hash-tree
